Melawan Covid Dari Desa

Rp 90.000

Penulis : Hosni Bimo Wicaksono, dkk
Tahun Terbit : 2022
ISBN : 9786025583858
Ukuran Buku : 14 x 21 cm
Jumlah Halaman : 208 halaman
Kertas Kover : Ivory 260 gram, full colour, laminasi doff, soft cover
Kertas Isi : Book paper 57 Gram
Finishing : Perfect binding, wrapping

Temukan di Google Play Buku

Panggungharjo Tanggap Covid-19 (PTC-19) dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada di Panggungharjo dengan memegang prinsip manajemen, adaptasi, kolaborasi, dan inovasi.

PTC-19 jilid pertama mengantarkan Panggungharjo menyabet predikat 21 pelayanan publik terbaik sekaligus membuahkan platform digital marketing yang bernama Pasardesa.id.

Sedangkan PTC-19 jilid kedua berhasil mendirikan Shelter Tangguh Kapanewon Sewon (Shelter Tanggon) yang menjadi salah satu rujukan pasien positif Covid-19 dan tempat isolasi bagi warga desa di empat kalurahan di Kapanewon Sewon yang terpapar Covid-19, baik tanpa gejala maupun dengan gejala ringan, serta tidak memungkinkan isolasi di rumah secara mandiri dikarenakan tempat yang sempit, tidak memadai, atau memiliki anggota keluarga anak kecil dan lansia.

Buku Melawan Covid dari Desa: Antologi Relawan PTC-19 ditulis untuk mendokumentasikan beragam pengalaman baik para relawan Covid-19 di Kalurahan Panggungharjo. Ada pengalaman menakutkan dan mencekam, ada sedikit bumbu-bumbu kasmaran. Ada pula pengalaman tentang inventarisasi data pasien Covid-19 yang meninggal dunia dan pasien yang kembali normal, serta pengalaman teknologi informasi dalam penanganan Covid-19. Tentu saja, pengalaman tersebut ditulis dengan sudut pandang atau perspektif masing-masing penulis.

Dengan adanya buku ini, semoga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi penulis, bagi Pemerintah Kalurahan Panggungharjo, dan bagi semua warga desa yang berhak tahu. Selain itu, semoga dapat menjadi referensi dalam manajemen penanggulangan gawat darurat bencana kemanusiaan.

“Relawan Covid-19 adalah para penghuni surga yang berprinsip ‘ibadah marang liyan, migunani marang liyan’ dalam menjaga kesehatan warga desa dari bencana kemanusiaan dalam perspektif kemanusiaan dan kesemestaan.”

Scroll to Top